Dampak Kesehatan Ibu pada Kehamilan Remaja

Authors

  • Pintam Ayu Yastirin UNIVERSITAS AN NUUR
  • Rizky Sahara Universitas An Nuur
  • Sehmawati Universitas An Nuur

Keywords:

Kata Kunci : Dampak Kesehatan Ibu, Kehamilan Remaja

Abstract

Latar Belakang : UNICEF mencatat bahwa Indonesia berada pada peringkat ke-8 tertinggi dengan angka absolut pengantin anak sebesar 1.459.000 kasus. Secara nasional, terdapat 11,2% anak perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun, dan 0,5% dari anak perempuan tersebut menikah pada saat mereka berusia 15 tahun. Perempuan hamil usia 15-19 tahun, akan lebih berisiko dapat berujung pada kematian. Resiko kematian selama kehamilan atau melahirkan pada perempuan berusia 10-14 tahun 5 kali lebih besar dan 2 kali lebih besar pada perempuan yang berusia 15-19 tahun dibandingkan perempuan yang berusia 20-25 tahun.   Tujuan : mendeskripsikan dampak kesehatan pada kehamilan remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungjati. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Sampel yang digunakan sejumlah 43 responden. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing – masing variabel. Hasil : Hasil identifikasi dampak kesehatan pada ibu yang terjadi akibat kehamilan remaja di Puskesmas Kedungjati antara lain anemia 30,2 %, perdarahan 7%, pre eklamsia / eklamsia 4,70 %, dan persalinan lama 44,2 %. Simpulan : Risiko kehamilan pada remaja dapat meningkatkan kematian ibu, sehingga dapat dicegah dengan pendewasaan usia perkawinan.

 

Downloads

Published

2024-12-20

How to Cite

Pintam Ayu Yastirin, Rizky Sahara, & Sehmawati. (2024). Dampak Kesehatan Ibu pada Kehamilan Remaja. Jurnal Profesi Bidan Indonesia, 4(02), 18–35. Retrieved from https://pbijournal.org/index.php/pbi/article/view/74